Kamis, 28 Agustus 2014

Apa si Tujuan Kalian untuk KULIAH ?

Posted by redeants putra On 16.07 2 comments
Kadang, kita sebagai mahasiswa sering mendengar pertanyaan- pertanyaan seperti itu tanpa kita sadar bahwa hal itu jarang sekali hinggap difikiran kita, padahal itu adalah hal penting yang harus kita miliki dan kita fikirkan agar kita sebagai mahasiswa mempunyai tujuan yang jelas atas apa yang kita lakukan selama ini.
Menurut saya, untuk menjwab pertanyaan- pertanyaan itu tidak perlu panjang lebar, karena menurut saya tujuan kuliah yang sebenarya bukanah untuk mencari kerja, atau lainnya yang pada endingnya menuju hal yang bersifat materi, tujuan kuliah yang sebenarnya adalah untuk mematangkan karakter dan fikiran agar kita lebih dewasa.
Selain itu, tujuan kuliah yang tidak kalah pentingnya ialah untuk menambah wawasan dan menambah jaringan sebagai bekal kita setelah lulus kuliah, memberi manfaat pada orang lain, Mempunyai kemampuan yang handal dan profesional, Mempunyai kemampuan daya nalar, daya analisis dan daya pikir yang tinggi, Mempunyai kemampuan dan keahlian yang mantap dalam penguasaan ilmu, Dan mempunyai sikap jujur, disiplin tinggi, rajin, bertanggung jawab, beretika dan masih banyak lainnya yang pada dasarnya untuk mengubah kita menjadi Insan yang lebih baik.
Jadi kuliah merupakan pilihan lainnya dibanding daripada bekerja. Jadi, apakah kita cuma menghabiskan uang orang tua kita tanpa tahu tujuan kita kuliah atau kita tidak tahu manfaat apa saja yang sebenarnya bisa kita dapatkan jika kita kuliah.
Kuliah cari apa ?
”cari ilmu !!!”
Benarkah demikian ?
Kalo benar ilmu yang dicari tentunya mahasiswa itu benar benar belajar dan mengerjakan tugas tugas kuliah dengan benar agar mendapat IPK tinggi,
Tapi apa yang terjadi
kenyata’anya banyak mahasiswa yang hanya numpang nama almamater
gelarnya mahasiswa universitas A,B,C D
Tapi tiap hari cuman numpang absen. Di kelas malah tidur ,dikasih tugas cuman copas, malah yang lebih parah banyak yang bolos kuliah , iya kalo bolos karena mungkin aktif dalam organisasi masi mending lha ini bolos gara gara males ,gara gara cewek
Gak mutu banget kan ?
kalau itu yang terjadi trus cari ilmunya dibagian mana coba ?
”Cari IPK ”
Ya mungkin itu yang lebih tepat untuk menggambarkan prilaku para mahasiswa
Mereka hanya mengincar IPK tinggi karena lowongan lowongan kerja biasanya mematok IPK para pelamar kerja musti diatas 2,7 atau mungkin diatas 3,00
Trus kalau gak pernah belajar dari mana IPK 3,00 bisa didapat ?
Gak sulit kok cuman butuh keberuntungan saja
Para penganut faham ”orang bejo lebih baik daripada orang pintar” dengan santainya mengamalkan motto hidupnya.
Tugas tinggal copas, ujian tinggal nyontek, bahkan ada yang sampai menggunakan joki dalam membuat tugas.
Emang bener hasilnya nilai tinggi tapi kompetensi ?empty
Mungkin sekarang belum berpengaruh pada dirinya tapi nanti kalau sudah kerja tapi gak bisa apa apa mau ditaruh dimana mukanya dengan background IPK tinggi tapi gak bisa apa apa ?
Siapa yang rugi coba ???
Tapi terlepas dari semua itu ada juga yang bijaksana
Suatu ketika saya berbincang bincang dengan beberapa mahasiswa
secara tak langsung saya membuka percakapan dengan topik bahasan dapat apa si mahasiswa di bangku kuliah itu
dari sekian orang yang saya tanyai dapat saya simpulkan kalau pola pikir mereka itu bukan lagi pola pikir anak SD atau SMP yang hanya berkutat pada sebuah angka sebagai tolak ukur kualitas mereka …..
Maksutnya gimana ?
maksutnya mereka tidak lagi bergantung pada hitam diatas putih (nilai ijazah) meskipun mereka katakan itu juga penting sebagai bukti tertulis yang sah atas kompetensi yang telah kita kuasai selama menuntut ilmu.
Tapi mereka lebih menilai kuliah itu membukakan fikiran mereka untuk lebih aktif, kritis, berfikir luas secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang dan juga berpikir cerdas dan bijaksana sebagai tanda intelektualitas .
Juga mensinkronkan antara fikiran dengan prilaku
intinya kuliah itu lebih membentuk soft skill
setuju gak ?
”Berarti kompetensinya gak penting ?”
Jangan salah
Yang dimaksut disini kita musti menguasai semua secara seimbang antara kompetensi dengan soft skill semua saling melengkapi
Kuliah bukan cuman untuk Kompetensi tinggi tapi soft skill rendah ataupun sebaliknya
Terus bagaimana cara mendapatkan semuanya ?
Gampang kok kita hanya butuh pembagian aktifitas secara seimbang
Selain fokus dengan mata kuliah lengkapi kualitas diri kita dengan berorganisasi, melatih kerjasama, manajemen ,bergaul dengan orang lain ….
Semua itu akan berdampak positif pada diri kita, membuat kepribadian kita yang lebih unggul dan bijaksana karena selain kompetensi mata kuliah kita kuasai kita punya nilai positif dari pengalaman organisasi
karena sesungguhnya dunia luar itu adalah dunia sosial
Dan kita sebagai manusia adalah mahluk sosial, jika kita tidak melatih hubungan sosial mulai sa’at ini juga, kita akan kesulitan beradaptasi nantinya kalau bertemu dengan lingkungan baru.

Rabu, 27 Agustus 2014

Pentingnya Upload Gambar Sendiri

Posted by redeants putra On 14.58 2 comments
Kali ini saya akan membahas problem "PENTING NGGA SI UPLOAD FOTO ATAU GAMBAR SENDIRI KETIMBANG KITA COPAS DAN DOWNLOAD ATAU MENGAMBIL LINK DARI TEMAN ATAU ORANG LAIN ?"

Nah disisi ini kita akan bahas masalah tersebut. Dulu saya juga merasakan mudahnya copas, atau bisa kita sebut Copy Paste. Akan tetapi ketika sudah lama, kita akan merasakan sesuatu hal yang berbeda.
Contoh ketika kita Copas kita akan di Blokir oleh Admin. Tentu sobat semua sudah tau maksud saya, jadi saya tidak perlu menerangkan lebih detail. Bila ada yang masih tidak mengerti tentang ini, sobat dapat meng-kritik atau tinggalkan pesan di bawah POSTingan ini.

Kembali ke topik yang saya bahas. Hal mengenai Copy-Paste itu pasti sering dilakukan oleh semua orang termasuk saya juga, saya tidak munak kalo hal itu pernah saya lakukan, tetapi lambat laun sudah saya hindari.

Kenapa demikian sifat ini akan membuat kita hancur. Untuk topik itu akan saya bahas pada postingan selanjutnya. Nah, ketika kita posting atau mempublikasikan gambar ataupun bentuk deskripsi atau tulisan mungkin kalo bahasa kita dikeseharian. Saran dari saya bila sobat ingin melakukan Update posting, lakukan langkah-langkah berikut :
  1. Pikir ulang atau kembali text atau bacaan sobat baca dan edit.
  2. Bila Minat dengan gambar yang ada di internet. Download lah dahulu gambar tersebut, kemudian upload kembali di postingan sobat.
  3. Koreksi isi Posting
  4. Edit atau posisikan gambar sesuai dengan posting sobat, supaya lebih menarik.
Itulah ke-empat saran dari saya. Apabila ada kesalahan kata, atau ada kata yang mengandung SARA dsb yang berbau negatif. Saya mohon maaf dan tinggalkan komentar sobat di bawah Posting yang sobat baca.

TERIMA KASIH

Arti dan Fungsi Pendidikan

Posted by redeants putra On 14.36 1 comment
 Arti Pendidikan

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang ditransfer dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.[1] Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 PBB 1966 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.[2] Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.

Fungsi Pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:

    Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
    Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
    Melestarikan kebudayaan.
    Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.

Fungsi lain dari lembaga pendidikan adalah sebagai berikut.

  1. Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah.
  2. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
  3. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya.
  4. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.

Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut:

  1.         Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
  2.         Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
  3.         Menjamin integrasi sosial.
  4.         Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
  5.         Sumber inovasi sosial.

    Pribadi

    Pribadi
    Ya, beginilah tampang saya jarak dekat.

    Pengikut